Nama : Tiara Syafira
NIM : 2225150038
Jurusan : Pendidikan Matematika
Perguruan Tinggi : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA)
Pengertian Filsafat
Kata filsafat berasal dari kata 'philosophia' (bahasa Yunani), diartikan dengan 'mencintai kebijaksanaan'. Sedangkan dalam bahasa Inggris kata filsafat disebut dengan istilah 'philosophy' dan dalam bahasa Arab disebut dengan istilah 'falsafah' yang diartikan sebagai 'cinta kearifan'.
Sumber dari filsafat adalah manusia, dalam hal ini akal dan kalbu manusia yang sehat yang berusaha keras dengan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran dan akhirnya memperoleh kebenaran.
Proses mencari kebenaran itu melalui berbagai tahap. Tahap pertama manusia berspekulasi dengan pemikirannya tentang semua hal. Tahap kedua, dari berbagai spekulasi disaring menjadi beberapa buah pikiran yang dapat diandalkan. Tahap ketiga, buah pikiran tadi menjadi menjadi titik awal dalam mencari kebenaran, kemudian berkembang sebagai ilmu pengetahuan, seperti matematika, fisika, hukum, politik dan lain-lain.
Objek Formal Filsafat
Objek formal filsafat yaitu sudut pandangan yang menyeluruh secara umum hingga dapat mencapai hakikat dari objek materialnya. (Lasiyo dan Yuwono, 1985, hlm. 6). Jadi yang membedakan filsafat dengan ilmu-ilmu lain terletak dalam objek material dan objek formalnya. Kalau dalam ilmu-ilmu lain objek materialnya membatasi diri, sedangkan pada filsafat tidak membatasi diri.
Metode Filsafat
1. Metode Krisis
2. Metode Intuitif
3. Metode Skolastik
4. Metode Geometris
5. Metode Empiris
6. Metode Transendental
7. Metode Fenomenologis
8. Metode Dialektis
9. Metode Neo-positivistis
10.Metode Analitika Bahasa
Filsafat Menurut Immanuel Kant
Filsafat menurut Immanuel Kant adalah ilmu pengetahuan yang menjadi
pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang di dalamnya tercakup
empat persoalan: 1) apakah yang dapat kita kerjakan (jawabannya
metafisika) 2)apakah yang seharusnya kita kerjakan (etika) 3) sampai di
manakah harapan kita (agama) 4) apakah yang dinamakan manusia
(antropologi). Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang
ada (Plato). Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) meliputi kebenaran yang
terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, retorika, etika, ekonomi,
politik, dan estetika (Aristoteles).
Modernisme ialah konsep yang berhubungan dengan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya di zaman
modern.
Konsep modernisme ini meliputi banyak bidang ilmu (termasuk seni dan
sastra) dan setiap bidang ilmu tersebut memiliki perdebatan mengenai apa
itu ‘modernisme’. Walaupun demikian, ‘modernisme’ pada umumnya dilihat
sebagai reaksi individu dan kelompok terhadap dunia ‘modern’, dan dunia
modern ini dianggap sebagai dunia yang dipengaruhi oleh praktik dan
teori
kapitalisme,
industrialisme, dan
negara-bangsa (Wikipedia).
Secara harfiah psikologi bisa diartikan sebagai ilmu jiwa karena berasal dari Bahasa Yunani yakni
psyche (jiwa),
logos
(ilmu). Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku
manusia dalam hubungan dengan lingkungannya (Sarlito Wirawan W, 2010).
Epistemologi berasal dari
bahasa Yunani yakni
episteme (pengetahuan) dan
logos (kata atau pembicaraan atau ilmu). Sehingga epistemologi adalah cabang
filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis
pengetahuan. (Wikipedia)
Kritisisme adalah filsafat yang memulai perjalanannya dengan terlebih
dahulu menyelidiki kemampuan dan batas-batas rasio (Scruton, 1996).
Empirisme adalah suatu aliran dalam
filsafat yang menyatakan bahwa semua
pengetahuan berasal dari
pengalaman manusia.(Wikipedia).
Rasionalisme adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran
haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang
berdasarkan fakta, daripada melalui
iman,
dogma, atau ajaran agama. (Wikipedia)
Metafisika berasal
Bahasa Yunani yakni
meta artinya
setelah atau di balik dan
phisika artinya hal-hal di alam. Metafisika adalah cabang
filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia.
Etika berasal dari
Yunani Kuno yakni “
ethikos” artinya “timbul dari kebiasaan”. Etika adalah cabang utama
filsafat yang mempelajari
nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian
moral. (Wikipedia)
Daftar Pustaka
Surajiyo. (2007). Filsafat Ilmu &
Perkembangannya di Indonesia. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Susanto, A. (2011). Filsafat ilmu : Suatu Kajian
dalam Dimensi Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis. Jakarta: PT Bumi
Aksara.